Kamis, 10 Januari 2013

Balada Sang Pencari Kebahagiaan

Aku sedang berada dalam sebuah perjalanan. Perjalan menuju kebahagiaan. Di tengah, distorsi banyak hadir. Dahaga mencekik hingga logika tak berfungsi. Intuisiku pun melemah. Aku terus melangkah tanpa arah berbekal percaya akan puncak kebahagiaan yang ada-namun tak pasti.

Aku percaya penuh kebahagiaan itu ada. Dan aku pasti mencapainya. Hanya saja aku tak tau kapan. Tak seorangpun memberiku petunjuk, berapa lama waktu perjalanan yang kubutuhkan untuk sampai di sana. Mereka hanya bilang "Kamu pasti sampai di sana".

Di perjalanan, dahaga tak hentinya meraung. Aku bertemu sumber air-setidaknya begitu dari sisi yang kulihat. Telaga itu tampak menenangkan, indah dan sayang untuk kulewatkan. Setidaknya ia bisa sedikit membasuh dahagaku. Aku mendekat dan terus mendekat tanpa punya pengetahuan apapun tentang telaga itu, apakah telaga itu nyata adanya, seberapa dalamkah telaga itu-aku tak tau.Yang ku tau ia indah dan dapat memenuhi dahagaku. Aku terus mengejarnya, namun ia semakin menjauh, terus ku kejar terus menjauh. 

Semakin dekat semakin tak nyata. Dari kehadirannya kurasa ia membahagiakan, tapi ternyata tak begitu. Ia hadir hanya untuk membuatku lupa. Lupa akan tujuan utamaku mencari puncak bahagia. Ia melenakan dengan menyamar serupa bahagia. Fatamorgana.
 
.AnnJasmine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar