Jumat, 03 Mei 2013

Ragu

Hallo, pecinta ulung!

Masihkah kamu ingat aku? Seseorang yang pernah hadir dalam hidupmu. Yang merindumu setiap saat ketika kamu tak di sampingnya. Adakah setitip rindu padaku di benakmu? Jangan paksa hatimu untuk menjawab iya, jika memang tidak.

Melihatmu hadir kembali, tentu membuatku langsung sigap menyiapkan lensa mataku sesehat mungkin untuk menangkap potretmu. Agar ketika kamu pergi lagi, aku sudah punya gambaran indah pesonamu, yang terekam dalam otak yang terkoneksi dengan memori.

Bimbang, haruskah menyambut kembali dan merajut esok bersama, dan menangis di senja nanti. Atau melewatkanmu lagi, terpuruk hari ini hingga bahagia menjemput yang entah akan datang kapan.

Jika kadang jalan terbaik adalah dengan menerima, aku akan tetap bimbang dengan menerima selisih yang ada atau meninggalkannya demi genap yang tertunda. 

Bukan maksud hati membuat semua terombang ambing tanpa kepastian, hanya saja hati belum sanggup   memilih jalan mana yang paling baik untuk dilewatinya. Memang benar adanya jika bahagia milik semua hanya ada di utopia, sementara apakah bahagia kita benar ada di tangan kita?

sincerely,
gadismu yang penuh ragu
.AnnJasmine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar