Minggu, 01 Juni 2014

Belum saatnya

Mendamba binasa?
Tidak sekarang waktunya

Aku pernah bermimpi akan sebuah sosok yang akhirnya datang. Ia memapahku, meninggikan derajatku dan menyempurnakan ganjilku.

Mimpi yang begitu jelas kurasa, hingga kuat genggamnya pun menjalar ke seluruh bagian tubuhku. Respon bergetar hebat ulah trauma, perlahan sirna dalam peluknya.

Percaya. Aku percaya ia ada. Kami hanya terpisah kala.

Dalam bunga tidurku, ia berjanji. Yang kutunggu untuk ia tepati. Mengabdikan semua jerih peluh setelah penuh juang mencari jalan bertemu, merelakan yang lalu, dan membangun formasi sederhana bersama asa di depan.

.AnnJasmine


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar