Selasa, 02 Oktober 2012

Om


Sosokmu yang begitu dewasa, membuatku terlupa sejenak akan kegetiran hidup yang kurasa. 
Siapa yang menduga kita akan bertemu, di suatu malam yang sendu.
Malam yang selalu membangkitkan rasa sedih yang luar biasa, karena harus melepas salah satu teman terbaik menuju dunia luas.

Kursi ini kosong?
Oh, iya.
Boleh duduk?
Silahkan

Di sepanjang jalan, aku terus mengutuk diriku sendiri. Tiada rasa lain, selain kecewa pada diri sendiri karena nyaris kehilangan momen terakhir bertemu. 2 tahun hidup bersama, membuatku sulit melepas teman tercinta, meski kutau ia pergi untuk menggapai cita. Kemudian kamu muncul seakan dikirim Tuhan dari surga, untuk membuatku sedikit lega. 

Mau pergi ke mana, mbak?
Oh engga, cuma mengantar teman. Masnya mau ke mana?
Saya mau ke kalimantan. Temannya dapat flight yang jam berapa?
...

Suasana jalan menuju bandara yang begitu padat, membuat waktu terasa lebih lama. Satu menit sekali aku menyingkap lengan bajuku sedikit untuk melihat jam berapa kah sekarang? Bibirku tak sadar nyaris berdarah karena tergigit gigiku yang selali bergemeletuk saat panik. 

Tenang saja, kamu pasti masih bisa mengejar temanmu kok. Di sini memang padat, mungkin nanti ketika masuk tol semua mulai menyebar.
Tapi kayaknya ga mungkin deh.
Udah berdoa aja, temanmu juga pasti mengerti meski kamu ga sempat bertemu nanti. 

Entah sihir apa yang dia gunakan, sekejap aku mulai merasakan sedikit ketenangan. Mungkin karena kata-kata bijak yang dikombinasikan dengan tutur yang berbeda. Dewasa. Berlawanan dengan aku yang manja.

***

Hei, lama tak jumpa! Apa kabarmu? Aku bawa kabar baik, mulai sekarang aku tak kan lagi pergi ke "Hutan" :P
Hei kak. Aku baik. Wah baguslah kalo gitu. Happy for you.
So, kapan nih kita kemana?
Hemm...

Entahlah, dewasa tak langsung membuatku berkata "Iya". Semua masih biasa. Mungkin di kesempatan lainnya.

.AnnJasmine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar