Rabu, 19 Maret 2014

Berbahagialah di atas sana

Jangan dulu percaya diri akan apa yang kutulis di sini


Semalam, entah didorong kekuatan apa
Aku berani membuka setumpuk cerita lalu yang sudah kutaruh jauh di dalam bersama memori lainnya

Aku terpangu dalam diam
Tenggelam dalam kenangan
Aku bersumpah untuk tidak menyakiti diriku sendiri yang sudah koyak

Aku mengutukmu dalam doa terbaik yang bisa kuberikan setiap harinya
Aku membencimu dalam setiap kasih yang mengalir deras
Aku tak lagi punya pilihan

Jarak pernah mempertemukan kita
Jarak pernah berhasil menyatukan kita
Kini jarak menghancurkan kita
Jarak harapan dan realitas
Juga jarak setia dan bias percaya

Puaskanlah dahagamu di dunia antah berantah
Bersama dia, dia, dia, dia
Mungkin juga dengan dia

Cukup bagiku memberi ruang yang sama pada cinta dan benci
Berbagi porsi bahagia dan perih

Biar. Biar aku terisolasi
Menderita akan salahnya keputusan yang pernah kucipta
Berjuang sembuh dari penyakit yang kubuat sendiri

Terbanglah dan nikmati keberadaanmu di sana
Tentunya di atas sana lebih nyaman untukmu
Dibanding meringkuk dibawa menguasaiku

Apakah di atas sana kamu menatap ke bawah?
Aku tak butuh jawabmu
Cukupkan saja tanyaku mengambang
Selamat berbahagia


.AnnJasmine

nb:
Semoga kamu mengingat sepotong perbincangan manis kita dulu:
"...Percayalah, kamu akan jadi seseorang yang besar nantinya. Karyamu akan dinikmati oleh orang banyak..."
"Kalau tidak?"
"Setidaknya kamu sudah menjadi seseorang yang berarti buatku"

Tak lagi berarti, kan? Baik, aku akan kembali dengan sebuah pengapus raksasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar